SBY MINTA KPK USUT ANAS » halaman 5 | EDITORIAL: Pak Menteri, Sadarlah.... -- "Jika kami mati, tolong salatkan kami. Kami mewakafkan hidup dan mati untuk pemberantasan korupsi di Indonesia." Kalimat itu terucap dari pemimpin dan penyidik di KPK. Tekad mereka bula ketika mendapat amanah bertugas di KPK. Ibaratnya, nyawa dan keluarga pun dinomorduakan.Tekad itu mestinya ada juga pada diri pejabat negara ini.... Mereka seharusnya menomorduakan urusan pribadi atau golongan dan mengutamakan kepentingan rakyat. Sayang , sebuah ironi kemarin dipertontonkan kepada bangsa ini. Para menteri, yang mestinya mengurusi rakyat, malah sibuk oleh urusan partainya.... » halaman 2 | CELANA PANJANG PEREMPUAN PARIS -- Perempuan dilarang mengenakan celana panjang di Paris. Aturan itu berlaku selama 200 tahun. Polisi akan menangkap perempuan yang melanggar dan memenjarakannya, kecuali terlebih dahulu meminta izin polisi untuk alasan tertentu. Sampai akhirnya, tepat pada 31 Januari 2013, Menteri Hak Asasi Perempuan dan Kesetaraan Gender Najat Vallaud-Belkacem mencabut aturan itu. "Aturan itu bisa melukai kepekaan kita di era modern ini," tutur Najat. » halaman 2 |
ANAS DIMINTA LEGOWO MUNDUR -- Pendukung Anas menolak wacana apa pun yang bertujuan melengserkan Anas. | Ibas Disebut Bakal Gantikan Anas | Janji Adil Moestopo untuk Maharani -- "Kami tak ingin mengambil keputusan keliru dengan semena-mena mengeluarkan dia jika ternyata anak kami (Maharani Suciyono) hanya korban atau pemanis dalam pertarungan politik saat ini. Kita akan adil dalam memutuskan punishment," Kata Usmar Ismail, Kepala Biro Mahasiswa dan Alumni Universitas Moestopo kepada Detik kemarin. | Anak Majikan Dibunuh Pembantu Karena Rewel » halaman 7 | BATU MULIA, BISNIS TAHAN PERUBAHAN ZAMAN » WIRAUSAHA, halaman 11 | PERDANA MENTERI DIJEBAK MODEL TANPA CELANA DALAM ~ Serbia Lakukan Investigasi -- Yang menjebak ternyata mantan model Playboy asal Kroasia » halaman 16 || Edisi No. 682/Tahun ke-2 , terbit 27 halaman | Harian Detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp ||
![]() |
Beranda/webimages/page0000001_print.jpg)
/webimages/page0000002_print.jpg)
/webimages/page0000003_print.jpg)
/webimages/page0000004_print.jpg)
/webimages/page0000005_print.jpg)
/webimages/page0000006_print.jpg)
/webimages/page0000007_print.jpg)
/webimages/page0000008_print.jpg)
/webimages/page0000009_print.jpg)
/webimages/page0000010_print.jpg)
/webimages/page0000011_print.jpg)
/webimages/page0000012_print.jpg)
/webimages/page0000013_print.jpg)
/webimages/page0000014_print.jpg)
/webimages/page0000015_print.jpg)
/webimages/page0000016_print.jpg)
/webimages/page0000017_print.jpg)
/webimages/page0000018_print.jpg)
/webimages/page0000019_print.jpg)
/webimages/page0000020_print.jpg)
/webimages/page0000021_print.jpg)
/webimages/page0000022_print.jpg)
/webimages/page0000023_print.jpg)
/webimages/page0000024_print.jpg)
/webimages/page0000025_print.jpg)
/webimages/page0000026_print.jpg)
/webimages/page0000027_print.jpg)
/webimages/page0000028_print.jpg)
