Sekadar menelusuri jejak-jejak peradaban

Koran Pagi Edisi Senin 26 April 2010

| Kompas | Senin, 26 April 2010 |

| Media Indonesia | Senin, 26 April 2010 | 


EDITORIAL: Amukan di Sentra Ekonomi
EMPAT hari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan 10 arahan percepatan ekonomi pada rapat kerja nasional di Istana Tampaksiring, Bali, 18 April, pukulan mundur terhadap upaya percepatan itu terjadi di wilayah industri utama di Batam, Kepulauan Riau (22 April).

Ribuan pekerja galangan kapal PT Drydocks World Graha mengamuk. Mereka membakar mobil dan gudang, serta bahkan merusak gedung pabrik. Para pekerja itu, anak bangsa ini, marah besar karena dihina dan dimaki-maki pekerja asing asal India dengan kata-kata stupid (bodoh).

Itu sebuah makian yang untuk sebagian orang ditanggapi dengan biasa-biasa saja.

Namun, tidak buat sebagian yang lain, yang kekecewaannya sudah di ubun-ubun akibat akumulasi perlakuan kurang adil. Dan meletuslah kerusuhan di Batam itu.

Dampaknya para pekerja asing di Batam amat ketakutan sehingga memilih pergi ke Singapura. Batam menderita kerugian mulai resahnya para investor hingga terancamnya rencana realisasi investasi asing sebesar US$44 juta (sekitar Rp400 miliar).

Amuk serupa juga terjadi delapan hari sebelumnya di sentra perekonomian di Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ratusan warga mengamuk karena Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hendak menertibkan makam Mbah Priok. Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) memastikan penutupan Pelabuhan Tanjung Priok setelah amuk massa itu berdampak pada kerugian importir dan eksportir hingga mencapai Rp100 miliar.

Sebelumnya lagi, amuk massa juga meledak di Makassar, Sulawesi Selatan, yang merupakan pintu gerbang perekonomian Indonesia bagian timur. Demonstrasi yang rusuh membuat aktivitas kawasan perniagaan di Kota Anging Mamiri itu berhenti untuk beberapa hari.

Tak pelak, arahan Presiden di Tampaksiring agar ekonomi tumbuh lebih tinggi, pengangguran menurun, lapangan kerja segera tercipta, pendapatan per kapita meningkat, dan munculnya stabilitas ekonomi belum selaras dengan kenyataan di lapangan.

Amuk massa di tiga pusat perekonomian nasional itu menunjukkan kepada kita bahwa gong yang ditabuh bertalu-talu agar kita menjadi negeri yang ramah dan aman bagi investasi masih harapan kosong.

Padahal, sebenarnya negeri ini sedang diuntungkan konflik di Thailand. Banyak investor yang melirik Indonesia. Tapi, tiba-tiba muncul tragedi Koja dan amuk Batam.

Pemerintah tidak bisa lagi sekadar memberi arahan, petunjuk, atau retorika keprihatinan. Semua amuk massa itu tanda ada yang tak beres di bawah permukaan, yang tiba-tiba pecah dan meledak. Pemerintah harus berani becermin untuk menjawabnya.

Pause: Khasiat Teh Hijau untuk Kesehatan Mata
BANYAK penelitian yang mengungkap khasiat teh hijau bagi kesehatan. Baru-baru ini, ditemukan satu lagi manfaat teh hijau yang potensial bagi kesehatan mata.

Studi Chi Pui Pang dari Departemen Ilmu Oftalmologi dan Visual di Chinese University of Hong Kong menemukan beberapa zat dalam teh hijau dapat menembus ke jaringan-jaringan mata. Zat-zat itu diyakini dapat membantu melindungi mata dari glaukoma dan penyakit-penyakit lainnya.

Chi dan kolega-koleganya mempelajari jaringan mata pada tikus-tikus laboratorium yang diberi minum teh hijau. Mereka menemukan lensa, retina, dan jaringan-jaringan mata lainnya pada tikus-tikus tersebut dapat menyerap antioksidan dalam teh hijau yang dinamakan catechin. Catechin yang meliputi vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin diyakini dapat melindungi mata. (EP/HealthDay News/X-4)



| Koran Tempo | Senin, 26 April 2010 |


| Seputar Indonesia | Senin, 26 April 2010 |


| Surya | Senin, 26 April 2010 | 


| Radar Jogja | Senin, 26 April 2010 |


| Sriwijaya Post | Senin, 26 April 2010 |


| Pontianak Post | Senin, 26 April 2010 |


| Tribun Kaltim | Senin, 26 April 2010 |


| Bali Post | Senin, 26 April 2010 |
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Cara Seo Blogger